Ulang Tahun Ibu


Hari ini tanggal 19 April. Dan besok adalah ulang tahun ibuku yang ke 36 tahun. Oh iya! namaku Sani, dan adik kembarku Sina. Kami duduk di kelas 3 SD.
“San, nanti kita mau ngasih kado apa ya ke ibu kita?” tanya Sina. “Aku juga gak tahu. Coba kita buka aja yuk celengan kita!” ajak Sani. Mereka berdua mangambil celengan masing-masing.
Bruk…! celengan ayam milik Sani pecah. Dan satu lagi Bruk…! Celengan strawberry milik Sina pecah. Mereka pun mengumpulkan uang yang keluar dari celengan mereka dan menghitungnya.
“Sin, uang celenganmu berapa?. Kalo uangku Cuma Sembilan ribu” tanya Sani kepada Sina. “Aku Cuma tujuh ribu” jawab Sina.” Huft… kita gak mungkin ngumpulin uang banyak. Lagian kita nabung baru dua bulan dan…” pembicaraan Sani langsung dilanjutkan oleh Sina “dan kita hanya di beri uang jajan seribu. Kita sabar aja bapak kita kan hanya buruh di pabrik. Kita sabar aja!” kata Sina.
Sani berpikir bagaimana caranya memberikan ibu kado yang special, bagus, dan disukai oleh ibu. Akhirnya Sani menemukan jawaban yang tepat dan Sani langsung memberi tahu Sina. “Eh.. aku pikir hadiah yang bagus gak selalu mahal deh!” kata Sani. “maksud kamu apa?” Sani tidak mengerti. “kita buat sesuatu untuk kita berikan kepada ibu” jawab Sani. Mereka pun setuju dan mereka langsung membuat suatu barang untuk ibu.
Pada saat mereka membuat hadiah tiba-tiba ibu Sani dan Sina masuk ke kamar mereka. Ibu Sani dan Sina pun menanyakan apa yang Sani dan Sina lakukan. Sani dan Sina pun bingung mau jawab apa?. Untung Sina suka membuat kerajinan tangan jadi, alasannya adalah membuat membuat kerajinan tangan. Dan ibu hanya tersenyum dan keluar dari kamar.
Setelah ibu keluar dari kamar, Sani dan Sina melanjutkan membuat hadiahnya. Setelah mereka selesai membuat hadiah, mereka pun langsung tidur agar besok pagi-pagi mereka bisa menyiapkan kejutan.
Mereka bangun pukul 04.30 Dan mereka menyimpan hadiah itu di dekat TV. Setelah itu mereka mengambil air wudhu dan langsung shalat Subuh dan setelah salat mereka tidur kembali.
Mereka bangun kembali pada jam 07.00. Setelah mereka keluar kamar, ternyata ibu sudah menyiapkan sarapa untuk Sani, Sina, Bapak, dan Ibu.Tapi, sepertinya ibu tidak menyadari kalau ada barang spesial di atas TV. Akhirnya Sina mengatakan sesuatu kepada ibu suapaya ibu melihat barang di atas TV. “Bu, coba lihat deh masa sih ada kucing memanjat pohon kelapa?” Sina berbasa-basi. “Mana sih? Kan acara di TV tentang kecelakaan!. Eh.. itu tas siapa?” ibu pun menyadari kalau ada tas dari Sani dan Sina untuk ibu. Sani pun mengambil tas itu dan menunjukkan kepada ibu.
“ini tas siapa? Bagus sekali! Coba, saja tas ini milik ibu” kata ibu. “ini memang tas ibu” celetuk Sani. “Iya, ini tas dari aku dan Sani, kita berdua yang buat tas ini!” Sina menjelaskan. Ibu hanya tersenyam bahagia. Sani, Sina, Bapak, dan Ibu pun berpelukan.

0 Coment: